Siapa salah...?
Jika kau datang, pintu ini hendak tertutup
Mulanya menebar tawa...canda...
simpati saja...?
dusta...?
Cinta...?
Menikam parat ke relung jiwa...
Seperti biasa...
Aku hangus jadi bara
Terbakar matamu
Menyirat tidak terjadi apa-apa
Habis saja aku mengagumimu...bagai pualam tanpa jelaga
Hidupku yang merapat di hidupmu
Jadi apa aku jika engkau tiada...?
Terbang berkejaran bukan di langitku
Sayapku sudah remuk, hancur...patah pula...
Ah...senyum itu mestinya jadi pelipur lara
Meski sakit, kutahan jua tak terkira...
Sepadanlah...kau jadi obat jiwa
Jika enggan...? Kucari beribu cara
Agar aku tinggal di hatimu selamanya
Apa lacur...? semua sudah terlanjur...
Aku semakin hancur...
Jadi makin kugarami saja luka di hati ini
kutulis juga ini sambil meringis
Menangis...? sudah lama tidak bisa lagi...
Denganmu sebenarnya aku hanya ingin berbagi
Di sini...di puing-puing ini...
Kita bisa tegak berdiri...
Menyatu hati...
Tidak perlulah menyepi...
Sendiri-sendiri...
Seperti ini...
(Tengah malam sehabis 2 batang rokok...ternyata aku benar cinta padamu...)
Thursday, September 6, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment