Menanti ujung malam dalam indahnya kesendirian
Sunyi...senyap....hanya degup jantung dan desah nafasku berbincang
Langit kelam...tak ada bintang yang biasa kuhitung satu demi satu
Alam raya pulas tertidur, terlelap dalam mimpi-mimpi panjang
Namun bukan mimpi-mimpiku.....
Terpekur menatap secarik kertas usang berdebu
Puisi yang tak pernah terselesaikan
Temaram lampu kamar menambah peka imajinasi suram....
Biarkan hidupmu mengalir tak tentu arah
Kelak akan kau temukan jua hakikat kehidupan : "Sekumpulan penantian yang memuakkan, membuatmu ingin melemparkan sesuatu dengan kekuatan penuh, membuatmu ingin berteriak sekeras-kerasnya di ujung-ujung tebing, atau pada lembah-lembah, lalu jatuh tersungkur, menangis, meratapi diri."
Ah...hidup mungkinkah pula sekumpulan penyesalan tanpa pernah kita tahu apa yang disesali. Satu kebodohan atau beribu kebodohan ? Entahlah...segalanya tampak buram....
Aku ingin hidup dalam dunia mimpiku selamanya
Berkelana tanpa ingin kembali lagi dalam kenyataan
Karena mimpi buruk pun masih lebih indah dari kenyataan
Sementara kenyataan yang indah selalu menyiratkan kepedihan
Jika tidak bagi kita, maka orang lain
Aku ingin terbang bebas tanpa ada batas yang mengikat, tidak juga keterjagaan
Karena keterjagaan hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyukai kebohongan-kebohongan, mempersempit jalan pikiran mereka sendiri...
Imaji yang terkekang tak tersalurkan, mengendap lalu meletup dalam luapan emosi
Suatu kebodohan manusia yang lain membuatku semakin lelah merenungkannya
Lamunan yang tak berarti...enyahkan saja...
Ujung malam belum lagi tiba, aku sudah terlelap dalam mimpi-mimpiku sendiri
MIMPIKU...bukan kamu, dia, atau mereka....
Monday, December 4, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)